Pengetahuan Kopi

Fakta yang Wajib Diketahui Penikmat Kopi

Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini. Mereka yang mulanya hanya menikmati kopi instan kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Banyak penikmat kopi pemula yang kini menikmati kopi dengan level lebih tinggi — dari frappe bercampur gula dan krim, kini bergeser menikmati cappuccino tanpa gula.

Artikel ini dipersembahkan untuk mereka agar tak lagi keliru soal fakta tentang kopi.

Arabika VS Robusta
01

Arabika VS Robusta

Arabika dan robusta adalah dua jenis kopi yang berbeda. Arabika memiliki kadar kafein lebih rendah dibanding robusta dan menjadi varietas paling banyak dikonsumsi di dunia.

Robusta harganya lebih murah dari arabika, meski rasanya lebih pahit. Kopi yang sering dijual di pasar umumnya adalah robusta karena harganya lebih ekonomis.

Pengetahuan paling mendasar bagi pemula: pahami perbedaan arabika dan robusta.
Light
Medium
Dark
02

Kopi Tak Melulu Hitam dan Pahit

Di mindset kebanyakan masyarakat Indonesia, kopi haruslah hitam dan pahit. Padahal tidak begitu. Kehitaman dan kepahitan kopi berasal dari proses penyangraian (roasting).

Semakin lama biji kopi disangrai, semakin pahit dan hitam kopi tersebut. Ada tiga tingkat proses penyangraian: light, medium, dan dark.

Kopi sebaiknya tidak disangrai terlalu dark karena akan menghilangkan karakteristik biji kopi tersebut.
☕ Nutty 🍫 Cocoa 🍬 Karamel 🍊 Jeruk 🍓 Stroberi 🌸 Floral
03

Kopi Memiliki Beragam Rasa

After taste adalah rasa yang tertinggal di mulut saat meneguk kopi. Tak semua kopi memiliki karakteristik sama — ada yang nutty, cocoa, karamel, bahkan jeruk atau stroberi.

Kenapa bisa demikian? Itu tergantung kontur tanah dan di mana kopi ditanam. Kopi adalah tanaman unik yang mampu menyerap 'rasa' dari tanaman di sekitarnya.

Banyak ahli kopi kini mencari kopi-kopi unik di seluruh dunia untuk menemukan after taste yang istimewa.
🌱
Tanam
→
🍒
Panen
→
☀️
Jemur
→
🔥
Roast
→
⚙️
Giling
→
☕
Seduh
04

Perjalanan Kopi Sebelum Sampai ke Cangkirmu

Awalnya kopi ditanam petani. Saat panen, cherry kopi dipetik dan dipisahkan bijinya melalui wet process atau honey process. Biji kopi dijemur hingga kadar air sesuai standar.

Green bean dijual ke roaster untuk disangrai sesuai karakteristik bijinya — tidak semua biji mampu disangrai medium atau dark. Setelah disangrai, biji digiling dan siap diseduh menjadi minuman.

"Barista bukan hanya meracik kopi, tapi juga melayani dengan hati."

05

Kebaristaan

Menjadi barista tak bisa dipelajari hanya dari buku, melainkan harus terjun langsung di kedai kopi. Karena menjadi barista tak hanya soal meracik kopi enak, tetapi juga melayani dan memiliki nilai hospitality yang tinggi.

Tanpa nilai hospitality, barista bukanlah sebenar-benarnya barista.
Roasting Level
Suhu Air
Kehalusan Bubuk
06

Pahitnya Kopi

Buah kopi itu sebenarnya manis rasanya. Pahitnya kopi lahir karena proses penyangraian, meski ada juga yang berasal dari karakteristik bijinya.

Selain itu ada faktor lain: semakin tinggi suhu air yang digunakan, makin pahit kopinya. Dan semakin halus bubuk kopi, kopi juga akan semakin pahit. Sesederhana itu.

Cascara = Teh dari Kulit Ceri Kopi

07

Kopi Juga Bisa Menciptakan Teh

Ya, teh yang dimaksud adalah cascara — teh dari kulit ceri kopi. Ceri kopi yang dilepas dari bijinya kemudian dikeringkan dan diproses sehingga bisa diseduh menjadi teh nikmat.

Rasanya tidak seperti kopi melainkan lebih terasa buah-buahan segar. Cascara bisa dicampur dengan teh buah, bunga, atau dijadikan cold brew. Beda kopinya, beda pula cascaranya.

Arabika
Robusta
Liberika
08

Kopi Tak Hanya Robusta dan Arabika Saja

Selain arabika dan robusta, ada varietas kopi bernama liberika. Liberika tumbuh di Indonesia, salah satunya di daerah Jawa Timur.

Meski tak sebanyak arabika dan robusta, kopi liberika memiliki cita rasa dan kenikmatannya sendiri yang layak untuk dicoba.

Indonesia memiliki ketiga varietas kopi: Arabika, Robusta, dan Liberika.